Kamis, 02 April 2015

Kumpulan (Untuk Difikirkan)

Kemana Mahasiswa (Almamaterku)?

Berbahagialah, Wahai Penikmat Kopi

    SEPERTI warna aslinya yang hitam, kopi menyimpan sejarah penuh kegetiran. Mengisahkan amarah, perlawanan, imajinasi dan kasak kusuk politik. Kopi tidaklah berarti kesenangan individu dan pribadi solitare. Sebaliknya, dimensi sosial politik menjadi muatan dalam secangkir kopi hitam.
Sejak mula kopi diketemukan oleh Kaldi, seorang pengembala kambing di Ethopia, sudah memunculkan reaksi dari kaum agamawan. Efek energi biji kopi yang dimakan tak sengaja oleh kambing milik Kaldi memancarkan kegirangan. Sontak kaum agamawan mencurigai buah ini, sebagai “pekerjaan setan”. ”. Barulah setelah tahu buah itu bisa membantu mereka begadang untuk melakukan ibadah, buah yang di kemudian hari dikenal sebagai kopi ini legal dikonsumsi.
Jauh sebelum MUI yang pernah membuat fatwa bahwa kopi luwak adalah najis dan haram. Kopi sudah menjadi bahan perdebatan oleh kaum agamawan di daratan Eropa. Sekitar tahun 1600 , sekelompok pemuka gereja mendatangi Paus Clement VII untuk memintanya memfatwa haram kopi.
Ketika kopi menjelma menjadi media interaksi sosial di café, kedai dan warung-warung, resistensi atas kopi (dan kedainya) semakin membuncah. Seperti protes kaum perempuan London (1674) yang membuat petisi berisi terbuangnya waktu para lelaki di kedai kopi. Serta tak memungkinkannya perempuan mengunjungi kedai kopi sebagaimana di Prancis. Hanya urusan kopi, membuat Raja Inggris Charles II mengeluarkan pernyataan tentang pelarangan kedai kopidengan alasan membuat orang mengabaikan tanggungjawab sosial serta mengganggu stabilitas kerajaan.Suara-suara protes pun bermunculan di London. Klimaksnya, dua hari sebelum aturan itu berlaku, raja mengundurkan diri. Sebelumnya King George II telah memusuhi kopi lantaran lantaran orang-orang yang berkumpul di kedai-kedaikopi kerap mengolok-olok dirinya.
Kopi mampu membuat gerah pemegang tapuk pemerintahan. Pun demikian di Prancis dan Jerman. Dikhawatirkan popularitas kopi dapat melenyapkan tradisi wine (prancis) danbir (Jerman). Hingga Frederick the Great(1777) mengeluarkan manifestoyang mendukung minuman tradisional Jerman, bir: “Menjijikkan melihat meningkatnya kuantitas kopi yang dikonsumsi rakyatku, dan implikasinya, jumlah uang yang keluar dari negara kita. Rakyatku harus minum bir. Sejak nenek moyang, kemuliaan kita dibesarkan oleh bir.” Namun, di Prancis, alasan kopi dapat menandingi popularitas wine hanyalah alasan semu. Dibalik ini semua, ada kekhawatiran penguasa adanya kasak-kusuk politik. Sebagaimana Revolusi Prancis yang dirancang dan dibincangkan di kedai-kedai kopi.
Ketika kopi telah menemukan dimensi sosialnya, saat bersamaan kopi terlibat dalam banyak perubahan-perubahan sosial politik di pelbagai negara. Kopi mampu mempertemukan dan menjadi alasan pembenar berkumpulnya segenap warga di ruang publik tanpa melibatkan alkohol. Kegiatan ini pun berkembang menjadi rutinitas sosial yang bersifat politis. Tak terkecuali di jazirah Arab sendiri.
Bangsa Arab pengemar kopi yang disajikan dengan cara Turki. Berbusa dan disajikan dalam cagkir kecil), terkecuali bangsa Libanon. Menjelang Pemilihan Presiden Mesir, Abdel Fatttah al-Sisi, kerap “nongkrong” di Al Bustan Café. Membicangkan situasi politik Mesir. Kopi sepertinya sudah menjadi bagian integral dalam kehidupan bangsa Arab. Terutama menyeruput secangkir kopi Arabica.
Meskipun kopi diketemukan pertama di benua Afrika (Ethopia) namun soal budidaya dan perdagangan dimonopoli oleh Bangsa Yaman pada abad ke 15. Hingga pasar kemudian menyebutnya Arabika atau Mocha Yaman. Meskipun jenis Robusta (Kongo) , Liberica (Liberia) dan Excelsa (Afrika Barat) sudah turutpula dikembangkan. Para saudagar muslim Yaman yang memperkenalkannya ke penjuru dunia. Masuk ke Eropa melalui para pedagang Venezia, Italia, yang membawa pulang biji kopi dari daerah Levant (sekitar Israel hingga Syria).
Dalam persaingan pasar saat itu, Mocha Yaman hanya bisa ditandingi oleh Java Koffie. Konon, kopi yang saat ini tumbuh berkembang di Brasil dan daratan Amerika latin, bibitnya berasal dari Java Koffie. Berawal Gabriel de Clieu memperkenalkan Java Koffie ke Raja Perancis, Louis XIV. Raja memerintahkan untuk menanamnya di daerah Martinique yang terletak di sebelah timur Karibia. Biji kopi berasal dari Martinique inilah yang kemudian menyebar ke seantero Amerika Latin, tak terkecuali Brasil
Kopi di Nusantara, satu sisi telah menambah pundi keuntungan berlipat ganda bagi VOC Belanda, namun disisi lain menghadirkan penderitaan sistem tanam paksa. VOC Belanda memonopoli industri kopi dunia. Puncaknya pada 1700-an, kopi produksi Jawa bersaing dengan kopi Mocha Yaman. Berawal dari Henricus Zwaardecroonyang pertama kali membawa bibit biji kopi Arabica dari Malabar untuk ditanam di tanah Jawa dan Luar Jawa. Meskipun pada perjalannya, hama tanaman menghancurkan perkebunan kopi di Jawa. Sisa-sisa kopi Arabica peninggalan kolonial Belanda masih bisa ditemui di dataran tinggi Ijen, Jawa Timur, tanah tinggi Toraja, Sulawesi Selatan, Mandailing dan Sidikalang, Sumatera Utara dan dataran tinggi Gayo di Aceh.
Saat kopi telah menemukan dimensi sosialnya, orang tak lagi peduli Arabica atau Robusta. Asalkan tetap tersaji dalam pakem kopi: Panas dan diseruput perlahan. Kopi telah memberi makna baru dalam interaksi sosial, sebagaimana wine yang dilabelkan pada kesan romantic. Dari spektrum gaya hidup yang ekslusif seperti starbucks hingga perbincangkan seru di kedai kopi pinggir jalan. Warung kopi memberi kesempatan kepada anggota sosial untuk berkumpul, berbicara, membaca, menghibur satu sama lain atau sekedar membuang waktu. Bahkan minuman kopi telah menjadi minuman sosial bagi bangsa Brazil. Selain dijajakan di Padaria dan Confeitaria, di hampir semua rumah, menjamu tamu dengan secangkir kopi panas. Dengan ragam racikan dan aroma: Ponto, Pilao, Pele, Alvorada, Damasco, Caboclo, atauMelitta.
Budaya ngopi bagi bangsa kita bukanlah sekedar merasakan sensasi rasa pahit manis atas racikan kopi.Tetapi bagaimana muatan yang menyertai aktifitas itulah yang didambakan. Tak peduli pemulung hingga pejabat teras, tengelam dalam suasana budaya ngopi. Kedai, warung, café telah menjadi tempat public untuk membicangkan apa saja. Dari urusan Pilpres sampai baju “tenda pramuka” Syahrini. Tempat ini menjadi sumber informasi dan inspirasi. Secangkir kopimenjadi semacam e-mail dan password untuk izin menikmati suasana dan aktifitas orang di warung kopi itu.
Ibarat akun jejaring sosial twitter, warung kopi membolehkan siapapun mem-follow (bergabung) orang yang menjadi idola dan narasumbernya. Siapapun, apalagi jika sudah kenal, boleh nimbrung mendengar dan mengomentari pembicaraan si narasumber selama cangkirnya masih berisi kopi. Siapapun tidak dilarang untuk membayar harga kopi orang yang di-follow atau mem-follownya.Berbagai rumor, fakta dan data bergulir dari sana, bagai bola salju, menggelinding menjadi konsumsi publik. Di tempat ini pula rumor, fakta dan data itu, pada akhirnya kembali dalam bentuk feedback disertai komentar miring. Feedback berharga itu sangat memungkinkan diserap menjadi bahan dasar untuk menyusun sebuah kebijakan publik.
Sebagaimana tradisi ngopi bagi orang bugis Makasar. Menjadikan warung kopi dan kopi sebagai maskot politik.Semua gejolak politik yang terjadi di Makassar hampir semua berawal di warung kopisambil menyedu secangkirkopi. Kepopuleran warkop semakin menjadi-jadi ketika Walikota Makassar, Ilham Arif Sirajuddin mampu memenangkan pemilukada yang awalnya dari warung kopi.
Maka tak mengherankan jika para politisi berujar, “saya juga penikmat kopi
Penulis : Hendra Budiman
Sumber : kompasiana.com

Rabu, 01 April 2015

George W Bush : " Indonesia adalah Negara Sapi Perah Amerika Serikat "

      Sungguh sangat mengejutkan atas kata-kata yang di ucapkan oleh mantan presiden Amerika Serikat George W Bush dalam pidato kenegaraan tentang Indonesia . Pidato kenegaraan mantan presiden USA kami dapatkan sumbernya kami dapatkan dari media asing yang sangat terkenal beberapa hari yang lalu .
" Kepada yang terhormat Direktur CIA , FBI , Direktur bank dunia , ADB , IMF , CEO , Haliburton , Exxon mobil , Freeport , Bankir-bankir internasional , dan semua pihak yang telah membantu kami membiayai perang Irak , Ahganistan serta menyebarkan imperium global , kami pihak negara Amerika Serikat mengucapkan banyak terima kasih ", ujar mantan presiden USA dalam pidato kenegaraannya . Direktur media dan televisi CNN dan IBC , dan NBC yang telah membantu propaganda pemerintahan Amerika Serikat tidak lupa kami ucapkan terimakasih , lanjut George W Bush .
Dalam keterangan media asing tersebut , pidato mantan presiden George W Bush fokus membicarakan tentang keburukan pemerintahan dan situasi politik negara Indonesia . George W Bush menganggap negara Indonesia ini adalah salah satu negara yang sangat bodoh dan mudah dijadikan sapi perahan negara Amerika Serikat .
Berikut lanjutan penggalan pidato mantan presiden AS George W Bush yang mengatakan bahwa Indonesia adalah sapi perahan negara AS . " Hari ini adalah hari yang sangat penting karena pada hari ini saya mewakili pemerintahan AS akan melaporkan tentang situasi dan keadaan negara Indonesia " ujar George W Bush .
" Negara Indonesia adalah negara yang penduduknya mayoritas beragama Islam , pada dahulu kala pemerintah AS sangat takut terhadap negara Indonesia namun kini negara Indonesia sama sekali tidak berdaya di hadapan kita , karena menurut laporan intelijen mengatakan bahwa tak ada satupun bahaya potensial yang akan menganggu kepentingan kita di negara Indonesia " pungkas George W Bush dalam pidatonya .

" Begitu pula Angkatan Bersenjata ( ABRI dan Polri ) tidak mempunyai power yang cukup kuat , karena senjata yang digunakan oleh ABRI dan Polri di Indonesia adalah senjata kiriman dari negeri kita ( AS )", lanjut George W Bush . " Coba kita lihat pada saat pemerintah AS melakukan embargo senjata , pihak pertahanan ABRI dan Polri ibarat macan ompong . Dan yang lebih menggelikan , presiden Indonesia pada saat itu menyembah-nyembah dan memelas kepada kita ( AS ) agar menghentikan embargo tersebut ." tegas George W Bush .
Penggalan dari pidato mantan presiden AS ini dapat kita bayangkan alangkah nistanya negara Indonesia di mata pemerintahan AS . Indonesia yang terkenal kaya akan sumber alamnya , bagi Amerika Serikat negara Indonesia merupakan suatu negara boneka jajahan pemerintahan AS secara terselubung , karena Indonesia dinilai sebagai negara tak bertuan . Walaupun Indonesia mempunyai sumber daya manusia yang berkualitas dan sumber daya alam yang berlimpah , Indonesia tetap menjadi negara termiskin dan terbodoh di mata Amerika Serikat .
" Tak perlu takut denagn generasi muda Indonesia , karena faham materialisme budaya konsumtif , hedonisme , dan individulisme yang kita ajarkan dan propaganda melalui tayangan iklan , film , dan televisi telah berhasil tertanam pada hati dan pikiran sebagian besar rakyat Indonesia ", ujar George W Bush dalam pidatonya .
" Jangankan memikirkan negeri , umat atau agamanya rakyat Indonesia kini hanya memikirkan kesenangan pribadi saja . Bayangkan , Indonesia negara semiskin itu masyarakatnya menduduki peringkat pertama dalam perihal shopping ( belanja ) ke Singapura . Hal ini mengalahkan masyarakat Jepang , Australia dan Cina ," lanjut George W Bush dengan nada tertawa .
Menurut George W Bush dalam pidatonya mengungkapkan bahwa para pelajar dan mahasiswa Indonesia yang berprestasi telah berhasil di jadikan budak oleh negara AS . Mereka yang berprestasi selalu kita rekrut dan kita kerjakan di perusahaan minyak atau tambang milik AS dengan menyuap gaji yang besarnya sama dengan gaji loper di negeri kita ( AS ) ungkap George W Bush .
Bukan itu saja George W Bush juga menyinggung mengenai pemimpin politik dan petinggi di Indonesia , menurut George W Bush dalam pidatonya mengatakan bahwa para petinggi dan pemimpin politik di Indonesia sungguh mudah untuk di suap perihal uang dan jabatan sehingga mereka bisa kita ( AS ) minta untuk melakukan apa saja sesuai keinginan kita .
Pidato mantan presiden AS ini merupakan suatu tamparan keras bagi pemerintahan Indonesia saat ini yang sedang di sibukkan dengan perebutan kekuasaan di dalam negeri , dengan tanpa menyadari bahwa negeri tercinta kita ini ternyata di nilai sangat rendah oleh negara luar . Kita sebagai bagian dari negara Indonesia merasa sedih dan terpukul atas penghinaan secara blak-blakan mantan presiden George W Bush dalam pidato kenegaraan .

Sumber : http://m.kompasiana.com/post/read/709491/3/george-w-bush-indonesia-adalah-negara-sapi-perah-amerika-serikat-.html

"Tragedi Mei 1998 Bisa Terulang pada Jokowi"

  

   Presiden Joko Widodo sedang menggali kuburnya sendiri dengan berbagai kebijakan yang menyengsarakan rakyat seperti menaikkan harga BBM. Hal itu dikatakan pengamat politik Muslim Arbi kepada intelijen (31/03).
Menurut Muslim, Jokowi masih menganggap dirinya tidak bisa dilengserkan melalui gerakan mahasiswa dan rakyat karena masih populer. “Terlihat sekali, Jokowi masih menganggap dirinya populer, padahal beberapa relawan dan pendukungnya sudah mulai meninggalkan Jokowi,” papar Muslim.
Akktivis ITB era 80-an ini mengungkapkan, kalangan ‘kelas menengah’ sudah menyatakan protes kepada Presiden Jokowi. “Di beberapa daerah, para dokter, perawat demo terhadap kebijakan Jokowi. Kalau kalangan menengah sudah protes menandakan, kondisi negara dalam keadaan kritis,” papar Muslim.
Muslim menegaskan, peristiwa 1998 bisa terulang terhadap Jokowi di mana indikasi sudah terlihat. “Sebelum Soeharto lengser ada peristiwa 27 Juli yang dipecah PDI, sekarang ada Golkar dan PPP yang dipecah, kondisi ekonomi pun mulai tidak stabil. Ini yang bisa menjadi pemicu terjadinya perubahan politik di Indonesia,” pungkas Muslim.

Sumber :inteligen.co.id

APA ITU CINTA .???

Cinta dalam Pengertian Orang Berorganisasi.. Adalah..(?)
(Kosong)

"Donya Mandum Nyan ".!

Miskin yang Sabar atau Kaya yang Bersyukur?

    Manakah yang lebih mulia antara orang miskin yang bersabar atau orang kaya yang bersyukur? Orang miskin yang beriman dapat masuk surga sekian ratus tahun lebih cepat daripada orang kaya. Tapi itu jika mengabaikan faktor lain seperti apakah orang miskin sudah pasti tidak punya dosa? Belum lagi, orang miskin juga belum tentu bebas dari berbagai sifat hasad (iri dan dengki) misalnya, sombong, dan berbagai sifat ‘manusiawi’ lainnya.

Selain itu, ketidak-ikhlasan dan riya terhadap orang lain bisa saja dimiliki oleh orang yang tidak beramal. Artinya, sangat sering orang miskin dipenuhi kecurigaan dalam melihat amal orang kaya. Bahkan dalam diri orang miskin pun bisa bercokol kesombongan, dan itulah kesombongan yang paling dibenci Allah.

Tidak sedikit pula manusia yang jebol pertahanannya karena kemiskinan, mengambil milik orang lain, mencuri, terjerumus pada dunia hitam, menjual diri (melacur), maupun kehinaan lainnya, sebagaimana sajak WS Rendra:

Seorang pemuda yang gagah akan menangis tersedu
melihat bagaimana tangannya sendiri
meletakkan kehormatannya di tanah
karena kelaparan


Meski begitu, pintu-pintu kebaikan tidak tertutup sama sekali bagi orang-orang miskin. Karena dzikir, tasbih, tahmid, takbir dan dzikir lainnya dapat menjadi sedekah bagi orang-orang yang tidak mampu bersedekah dengan harta. Kesabaran menjalani hidup dalam kekurangan juga merupakan keutamaan. Dikisahkan, segolongan sahabat yang miskin datang kepada Rasulullah. Mereka mengeluh karena keadaan yang membelit tidak memungkinkan mereka untuk beramal sebagaimana orang-orang kaya beramal dengan harta mereka.

Oleh Rasulullah, kepada golongan papa tersebut diajarkan agar setiap selesai shalat membaca tasbih, tahmid dan takbir 100 kali, yang keutamaannya menyamai infaq dan shadaqah yang dikeluarkan orang-orang kaya. Pulanglah para fuqara tersebut dan mengamalkan dzikir itu setiap selesai shalat mereka.

Seiring berjalannya waktu, orang-orang kaya dari para sahabat pun mengetahui keutamaan dzikir atau wirid yang Rasulullah ajarkan untuk diamalkan selesai shalat. Mereka pun berdzikir sama seperti dzikir orang-orang miskin tersebut. Kembalilah para fuqara kepada Rasulullah dan mengadu, bahwa orang-orang kaya telah berdzikir dengan wirid yang sama. Dengan demikian artinya lagi-lagi golongan miskin kalah daripada golongan kaya dalam hal amal kebaikan.

Sabda Rasulullah mengenai hal tersebut: “Itulah karunia Allah yang diberikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya.” (Hadits Muttafaqun ‘Alaih).

Mengapa Kita Harus Kaya?

Banyak sekali jawaban untuk satu pertanyaan tersebut. Dengan uang, banyak hal menjadi mudah. Dengan uang, ibadah-ibadah seperti haji, umrah, qurban, aqiqah dan sebagainya kita tunaikan. Demikian juga halnya dengan pembayaran zakat, fidyah, kafarah, membebaskan budak, menyantuni faqir miskin dan menafkahi anak yatim.

Hingga zaman ini masih banyak masyarakat yang terjerat hutang pada lintah darat (rentenir). Hal itu terpaksa mereka tempuh karena melihat bahwa itu adalah satu-satunya solusi –karena ketidaktahuan atau karena terlanjur terjebak. Alangkah baiknya jika kita mampu memberi solusi untuk mereka melepaskan diri dari jeratan hutang bunga berbunga tersebut. Tentunya untuk itu diperlukan modal yang cukup. Artinya, lagi-lagi itu adalah masalah uang.

Tidak sedikit di antara kita yang suatu kali dimintai tolong oleh teman; pinjam uang. Bagaimana perasaan kita ketika pada waktu kawan dekat, tetangga atau saudara kita itu begitu butuh bantuan, tetapi pada saat yang sama kita tidak bisa membantu? Misalnya ketika tetangga atau teman dekat terkena musibah, persiapan nikah, persalinan di rumah sakit, membayar hutang yang jatuh tempo dan sebagainya. Kita pasti merasa trenyuh, malu dan sekaligus merasa bersalah jika tidak bisa membantu mereka. Lain halnya jika kita ada uang untuk membantu mereka, sebagai manusia normal pastilah batin kita merasa senang bisa membantu teman, membantu meringankan beban mereka meski sedikit.

Harus kita akui bahwa begitu banyak persoalan yang berpangkal pada kemiskinan. Di antaranya kebodohan, tindak kriminal, pelacuran dan sebagainya. Karena orangtua miskin, anak-anak tidak bisa bersekolah, dan karenanya mereka tetap dalam keadaan bodoh, karena kebodohan itu maka mereka tidak dapat meraih pekerjaan yang baik, akhirnya mereka terus-menerus berkubang dalam kemiskinan. Itulah lingkaran setan antara kemiskinan dan kebodohan. Begitu juga dengan besarnya angka kriminalitas karena faktor ekonomi, seperti pencurian, penodongan, perampokan dan sebagainya. Bahkan karena alasan miskin, tidak sedikit yang terjerumus ke dalam pelacuran.Na’udzubillah. Hal itu sepertinya sudah menjadi kesimpulan umum mengenai dampak negatif akibat kemiskinan.

Keutamaan Muslim Kaya

Dalam hadits yang agak panjang di atas telah jelas kiranya keutamaan orang-orang mukmin yang kaya, yang dengan hartanya tersebut dapat mengerjakan amal ibadah yang lebih dibanding dari orang-orang mukmin dari golongan miskin.

Itulah kekayaan yang mendatangkan kebaikan. Kekayaan yang tidak ditahan-tahan dengan kepelitan, takut miskin atau kekufuran terhadap Allah Sang Maha Pemberi. Orang-orang seperti itulah yang harus membuat orang-orang miskin terpacu. Bahkan ‘iri’ dalam konteks yang demikian diperbolehkan. Tidak boleh ada rasa iri kecuali dalam dua hal, yaitu:

Seseorang yang Allah karuniai kekayaan kemudian dibelanjakan pada jalan yang haqSeseorang yang Allah karuniai hikmah (ilmu), dia amalkan dan mengajarkannya. (Hadits Muttafaq ‘Alaih).

Dalam koridor itulah kekayaan menjadi keutamaan dan menambah kedekatan di sisi Allah. Kekayaan yang mampu menyelamatkan manusia dari api neraka. Kekayaan yang bermanfaat bagi kehidupan dan sesama, menyelamatkan orang-orang miskin dari jurang kehinaan dan lembah hitam. Mencegah mereka yang karena amat miskinnya sehingga terpaksa atau tergoda untuk menjual kehormatan, menempuh jalan yang haram, menyakiti sesama, mengambil hak milik orang lain dan berbagai pelanggaran lain.

Jika orang-orang kaya bersikap sebagaimana seharusnya, mendatangkan banyak kemaslahatan dan meminimalkan atau menetralisir berbagai potensi kejahatan, maka mereka insya Allah menjadi golongan yang lebih dicintai Allah.

Sumber : hminews.com